Siang itu, matahari Subang terasa sedikit lebih dekat dari biasanya. Jalanan terang, udara hangat, dan perut mulai memberi kode. Saya dan keluarga sempat saling pandang, bingung mau ke mana. Mau yang dekat, tidak ribet, tapi tetap bikin senang. Akhirnya, pilihan itu jatuh pada satu nama yang sudah lama akrab di kepala: mie ayam BKD.
Kami meluncur ke arah Cicadas, masih di pusat kota Subang. Dari kejauhan, gerobak mie ayam itu sudah terlihat. Sederhana, apa adanya, tanpa banyak atribut. Tapi justru di situ letak kekuatannya. Tempatnya tidak luas, ada meja dan bangku, tapi sebagian pengunjung memilih lesehan di pinggir jalan, memanjang mengikuti trotoar. Ada yang datang sendiri, ada yang ramai-ramai, semuanya menyatu dalam suasana santai khas warung pinggir jalan.
Pesanan kami pun datang. Semangkuk mie ayam dengan porsi yang menurut saya pas. Tidak membuat enek, tidak pula meninggalkan rasa kurang. Mienya lembut, topping ayamnya cukup, dan pilihan menunya memberi kebebasan. Mau standar, mau tambah ceker, mau pakai sayap, semua ada. Setiap orang di keluarga bisa memilih sesuai selera masing-masing, tanpa harus ribet.
Yang membuat suasana makin lengkap, di tiang juga tersaji cemilan kecil yang dipajang menggantung. Ada keripik tempe kering yang renyah dan rengginang yang gurih. Cemilan sederhana, tapi pas untuk menemani obrolan sambil menunggu mie habis atau sekadar menambah kunyahan di sela-sela suapan.
Cuaca panas membuat kami otomatis mencari yang dingin. Pilihan minuman dingin pun tersedia. Es jeruk atau es teh tersedia. Atau teh hangat sederhana yang langsung terasa menyegarkan. Tidak neko-neko, tapi cukup untuk membuat makan siang terasa lebih santai.
Saya memperhatikan sekitar. Obrolan pengunjung, suara sendok bertemu mangkuk, lalu kendaraan yang sesekali melintas. Tidak ada yang diburu, tidak ada yang tergesa. Anak-anak makan dengan lahap, istri menikmati dengan tenang. Bagi saya, ini bukan sekadar makan mie ayam, tapi potongan kecil dari keseharian kota Subang yang apa adanya.
Mie ayam BKD tidak berusaha tampil berlebihan. Ia tahu posisinya. Menjadi tempat singgah yang bisa diandalkan kapan saja: saat cuaca panas, saat libur, atau saat kita sedang gabut dan butuh sesuatu yang sederhana tapi mengenyangkan.
Kami pulang dengan perut kenyang dan perasaan ringan. Kadang, yang kita cari bukan rasa yang heboh, tapi rasa yang pas dan suasana yang jujur. Dan siang itu, semua itu kami temukan di Mie Ayam BKD Cicadas.
Catatan kecil dari pengalaman kami:
1. Lokasinya strategis, masih di pusat kota Subang
2. Pilihan mie ayam beragam, bisa standar, ceker, atau sayap
3. Porsi pas, cocok untuk makan siang bersama keluarga
4. Ada cemilan sederhana: keripik tempe kering dan rengginang
5. Tersedia minuman dingin untuk cuaca panas
6. Suasana santai, bisa duduk atau lesehan di pinggir jalan
Salam Seruput Kopi Panas ☕