Ada momen ketika perjalanan tak perlu dipercepat. Di kawasan Lembang, saat kendaraan lalu lalang di jalan raya dan lampu-lampu mobil berkejaran, Opieun Bandung hadir sebagai tempat untuk menepi sejenak. Lokasinya mudah ditemukan, satu area dengan Kuliner Rumah Jenderal.. Di depan, hiruk pikuk jalan utama. Di belakang, bukit berdiri tenang, seolah menjadi dinding alami yang memeluk tempat ini.

Konsepnya sederhana, outdoor. Meja-meja kayu ditata apa adanya, kursi dan sofa bergaya lama sedikit jadul, tapi justru itu yang membuat suasananya hangat. Duduk di sini, kita bisa memilih: memandang kendaraan yang terus bergerak di depan, atau menoleh ke arah bukit di belakang yang diam dan gelap, hanya sesekali disapa cahaya lampu. Dua dunia, satu meja.

Menu-menu yang disajikan pun terasa akrab. Cilok hangat, seblak dengan aroma khas yang langsung menggoda, singkong goreng, pisang goreng pasir, tahu walik, tahu bakso, hingga baso dan aneka gorengan yang cocok disantap tanpa banyak pikir. Ada juga pilihan yang lebih mengenyangkan—mie nyemek, mie godhog, ifumie, sampai nasi goreng yang selalu jadi teman setia di udara dingin Lembang.

Yang menarik, di tengah dominasi rasa-rasa tradisional itu, muncul satu kejutan: pizza. Dibuat di kendaraan khusus yang terparkir tak jauh dari meja makan, dengan tulisan “Headless Itali 1738” di bodinya. Bukan sekadar gimmick. Rasanya sungguh terasa jujur, matang, dan memuaskan. Sebuah pertemuan yang tenang antara jajanan lokal dan cita rasa luar, tanpa saling mendominasi.

Datanglah malam hari. Saat udara mulai menusuk pelan dan obrolan terdengar lebih pelan. Di waktu seperti itu, segelas americano panas terasa pas. Diseruput perlahan, sambil memandang jalan atau bukit, kopi di sini bukan untuk bergaya, ia hanya menemani.

Opieun Bandung tidak menawarkan kemewahan. Ia menawarkan jeda. Tempat untuk duduk, menghangatkan badan, mengendapkan pikiran, dan membiarkan lidah bekerja dengan tenang.

Yang membuat Opieun Bandung layak disinggahi:
1. Lokasi strategis di jalur utama Lembang, satu area dengan Kuliner Rumah Jenderal.
2. Pilihan pemandangan: jalan raya yang hidup di depan, bukit yang tenang di belakang
3. Konsep outdoor dengan furnitur kayu dan suasana santai dengan hembusan angin pegunungan.
4. Menu tradisional lengkap: cilok, seblak, singkong goreng, tahu walik, mie nyemek, mie godhog, nasi goreng
5. Pizza autentik dari kendaraan khusus “Headless Itali 1738”
6. Minuman hangat yang pas dinikmati malam hari

Ngopi di gunung, bukan untuk terburu-buru.

Salam Seruput Kopi Panas.