Berkesempatan nongol di sebuah buku itu rasanya sesuatu banget. Kesempatan itu datang dari seorang kawan lama yang memiliki nama lengkap Rulli Nasrullah yang entah kenapa nama bekennya menjadi Kang Arul. Waktu kenal pertama kali di era tahun 2004an, titelnya belum sepanjang saat ini yang sudah ada embel-embel Dr di depan namanya. Baiklah, saya panggil saja Pak Doktor.

Kembali ke era 2004an dimana para blogger tengah naik daun. Sekembalinya dari tugas di Binungan, Berau Kaltim, penempatan tugas saya di Jakarta. Jadilah saya sebagai warga Ibukota dan tinggal beberapa tahun di Pancoran Barat. Nah, dimasa itulah saya mulai ikut nge-blog dengan nama blog pasirberteriak.blogdrive.com (sudah tidak ada lagi di internet). Berawal dari komunitas chatting di mirc dan yahoo messenger yang waktu itu menjadi raja, saya bergabung juga di komunitas seperti Indonesia Muslim Blogger (IMB), Komunitas My Quran, MQ Club Community dan beberapa komunitas lainnya. Nah, dari situlah saya merasa tinggal di Jakarta tidak sebatangkara karena sudah banyak kawan.

Kembali ke Pak Doktor Arul, sempat saya ajak untuk mengisi di acara pelatihan menulis di kantor sewaktu masih di Tasikmalaya dan kunjungan ke site project sebagai seorang blogger. Setelah sekian tahun, terakhir mendapat kesempatan sharing ilmunya secara virtual dalam acara NGOPI ITEM (ngobrol pinter inspirasi teman) bersama Seruput Kopi Panas Institute yang membahas dunia digital marketing.

Hingga akhirnya beberapa bulan lalu diminta mengirim testimoni terkait buku dengan judul “Manajemen Komunikasi Digital” yang akan segera terbit waktu itu. Buku ini membahas tentang komunikasi digital yang tidak dapat dipisahkan dari pesatnya perkembangan dunia internet. Kondisi ini menyeret para praktisi komunikasi, khususnya para humas untuk menguasai ‘dunia digital’ ini. Salah satunya juga dengan melibatkan masyarakat dalam publikasi program yang dilaksanakan oleh institusinya.

Jadi tidak salah, dengan banyaknya referensi dan pengalaman sebagai praktisi dan konsultan dari penulisnya, buku ini dapat menjadi referensi dalam komunikasi digital.