Seingat saya, museum yang pertama kali dikunjungi adalah Museum Zoologi Bogor. Kala itu masih sekolah menengah pertama di Kota Badak. Dengan diantar kakak, kami berangkat menggunakan bus dari Rangkasbitung menuju Bogor melalui jalur selatan melewati Leuwiliang/Jasinga. Bus yang kami tumpangi adalah PO Rudi yang cukup fenomenal di Banten.

Piknik identik dengan mengunjungi tempat wisata seperti pantai, gunung atau destinasi modern lainnya. Padahal, mengunjungi museum juga bisa dikatakan sebuah rekreasi. Selain merelaksasi pikiran, mengunjungi museum juga dapat menambah pengetahuan dan insight baru dalam memandang sesuatu.

Hobi mengunjungi museum ini terbawa hingga dewasa. Banyak museum yang pernah dikunjungi. Pada saat mengunjungi suatu daerah, saya sempatkan mampir. Seperti saat mengunjungi Palangkaraya sengaja mampir ke Museum Balanga.

Tidak hanya di dalam negeri, beberapa museum lainnya pernah disambangi juga seperti Museum Panorama 1453 dan Hagia Sophia sebelum dikembalikan menjadi masjid kembali baru-baru ini di Istanbul Turki.

Museum lainnya yang fenomenal adalah Museum Louvre yang terletak di Istana Louvre (Palais du Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-12. Museum ini memiliki 460.000 objek dan memamerkan lebih dari 38.000 karya dari zaman prasejarah pada area seluas 72,735 meter persegi. Koleksi-koleksi tersebut dibagi menjadi delapan departemen kuratorial yaitu: Egyptian Antiquities; Near Eastern Antiquities; Greek, Etruscan and Roman Antiquities; Islamic Art; Sculpture; Decorative Arts; Paintings; Prints and Drawings.

Berbekal kecintaan terhadap museum, Saya bersama team juga sedang mengembangkan cagar budaya dengan salah satu bagiannya dijadikan museum dengan nama Indonesia Museum of Explosives (Imex). Museum bahan peledak ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi khalayak tentang sejarah bahan peledak di Indonesia yang menyokong pembangunan nasional.