Ada satu kaedah dalam agama yang mengatakan “Jika tidak didapati seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya (yang mampu dikerjakan).” Ini kaitannya dalam kontek ibadah. Tapi bukan kaitan ibadah ini yang ingin saya ceritakan sekarang.

Sebagaimana tradisi yang sudah turun temurun, selepas melaksanakan puasa Ramadhan yang diakhiri dengan perayaan Idul Fitri, sudah umum dilaksanakan halal bi halal (HBH). HBH ini dilaksanakan mulai tingkat keluarga, RT, open house pejabat negara sampai karyawan di sebuah korporasi.

Seperti hari ini, dengan bermodalkan zoom meeting, Alhamdulillah keluarga besar Dahana dapat melaksanakan HBH virtual. HBH yang biasanya secara offline, bertatap muka dan diakhir dengan salaman akhirnya harus dilakukan secara online.

Memang ada beberapa rangkaian acara yang akhirnya ditiadakan dan beberapa lainnya dimodifikasi. Seperti menghilangkan salaman dan menghadirkan doorprize e-wallet untuk peserta HBH yang beruntung.

Yang terpenting dari acara ini adalah, pesan utama dari petinggi perusahaan tersampaikan dan didengar langsung oleh karyawan. Bagi saya yang menggawangi bidang komunikasi, hal Ini penting. Bagaimana optimisme CEO terhadap kinerja usaha perusahaan di masa pandemi dan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan cukup memompa semangat karyawan, di samping menghilangkan desas-desus dari kabar burung yang tidak soheh.

Kembali ke paragraph awal tulisan, relevan sekali, jika HBH tidak dilaksanakan seperti biasa (offline), jangan ditinggalkan semuanya, alias tetaplah dilaksanakan walau secara virtual.