Cangkir kedua kopi telah hadir kembali di meja kerja. Agak kecoklatan tapi tidak terlalu kental. Rasanya cukup untuk mencairkan kebekuan gagasan yang tiba-tiba macet seketika tatkala tugas baru datang. Membuat ranger untuk menghadapi Covid-19, menarik juga. Tapi saya tidak tertarik untuk mengimpor ranger dari luar negeri atau dari tontonan televisi.

Akhirnya, pada tegukan ketiga, wangsit itu datang. “Saya akan membangkitkan lagi Si Bintang!” gumam saya dalam hati seraya kembali mereguk sisa kopi dalam cangkir hingga surut. Lapor bos dengan argumentasi yang memadai, dan segera briefing team untuk mengeksekusi gambarnya. Selesai!

Si Bintang merupakan sosok protagonis di perusahaan tempat saya bekerja yang siap menegakkan budaya perusahaan. Terlahir pada era Pembangunan Budaya Perusahaan pada 2007, Si Bintang menjadi sosok penting untuk mengingatkan seluruh elemen akan Das Sollen (budaya yang seharusnya) serta memperbaiki das Sein (kenyataan) yang dinilai tidak positif.

Dalam era kekinian, Si Bintang bangkit kembali sebagai Covid Ranger bersama-sama dengan karyawan untuk melawan Covid-19. Selamat datang Si Bintang, bersama tuntaskan Covid-19!