Bicara urusan bom, kesan awal yang terbetik dibenak sebagian orang adalah peperangan dan menyeramkan. Kemudian, masih ada kesan bahwa yang mampu membuat bomb itu hanya luar negeri. Padahal, perkembangan industri pertahanan Indonesia cukup pesat berkembang, salah satunya dalam urusan pembuatan bom. Adalah DAHANA yang menggandeng Saribahari telah memproduksi Bom P-100Live untuk pesawat Sukhoi. Bahkan sudah melaju dengan varian Bom P-250L dan P-500L.

Bomb P 100 Live ini sendiri memiliki Tingkat kandungan Dalam Negeri di atas 80% dan termasuk kaliber 100 dengan panjang 1.100 mm dan berdiameter body 273 mm. Berat bomb sendiri 100 – 125 kg dengan isian bahan peledak military explosives. Keunggulannya, bom didesain untuk dapat digunakan pada pesawat standar NATO maupun standar Rusia, mudah dalam perawatan dan penyimpanan di gudang, mudah dan efisien dalam penggunaannya karena tidak menggunakan bahan peledak untuk melepaskan bomb dari bomb rack (impulse cartridge). Di pesawat sukhoi, Bomb P 100 L dapat dilepaskan dengan menggunakan program Standar Bombing Sukhoi.

Kemampuan untuk memproduksi bom secara mandiri sangat penting, selain mencegah embargo dari negara produsen pesawat (dalam hal ini Sukhoi dari Rusia), rasanya tak elok juga kalau pesawat tempur terbang tanpa dilengkapi dengan bom untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga NKRI.

Nah, pengisian bom P-100Live ini dilakukan di Kawasan Energetic Material Center Dahana dengan standar keamanan yang ketat. Mari bangga dengan produk dalam negeri.