Salah satu nilai dari budaya baru AKHLAK adalah kompeten, yang berarti terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Kompeten ini memiliki turunan nilai yaitu meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar dan menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik. Banyak cara yang dapat dilakukan agar kita menjadi seseorang yang kompeten.

Karakter membantu orang lain belajar, sejatinya merupakan bentuk lain dari investasi kebaikan. Bahasa agama disebut dengan ilmu yang bermanfaat. Dan, ilmu yang bermanfaat itu pahalanya mengalir walaupun orangnya sudah tiada. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat untuk orang lain.

Salah satu model diskusi dengan milenial yang saya asuh adalah BIDARA (Bincang Dahana Nusantara). Diskusi melalui WAG ini tematik dengan menghadirkan narasumber, biasanya senior, yang akan berbagai pandangan dan pengalaman tentang topik-topik tertentu. Walaupun nampak kebanyakan silent reader, namun diskusi dengan topik aktual ini diyakin memberikan insight baru bagi para milenial sebagai percepatan dalam memahami kondisi kekinian perusahaan.

Saya juga merasa senang ketika ada temen-temen mahasiswa yang mengundang untuk mengisi sharing session tentang pengalaman. Baik pengalaman sebagai ketua himpunan sewaktu masih kuliah atau pengalaman ketika sudah bekerja. Pertanyaan mainstreamnya adalah bekal apa yang harus disiapkan menjelang lulus kuliah. Jasmerah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Kita dapat belajar banyak dari perjalanan hidup orang lain.