Selayang pandang gunung berbatu
Belahan jiwa memakai kebaya
Coba bayangkan Pelindo Bersatu
Pelabuhan Indonesia akan berjaya

Pantun di atas bisa menjadi cerminan bagaimana kekuatan BUMN di bidang pelabuhan ini jika Bersatu. Saat ini, ada empat BUMN Pelabuhan yang terdiri dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I hingga IV. Kabar terkini, keempatnya akan bernaung dalam satu atap bernama Holding BUMN Pelabuhan pada 2021 yang tinggal hitungan bulan ini. Lantas akan seperti apa jadinya?

Mari kita tengok dari keuntungan ketika keempatnya bersatu. Tak dapat dipungkiri, integrasi ini akan meningkatkan kualitas dan kinerja layanan industri pelabuhan nasional. Model yang ada saat ini, keempatnya terpisah berdasarkan regional, kurang menguntungkan dari sisi koordinasi, efisiensi operasi, standarisasi, hingga ke persoalan pengembangan SDM.

Nah, berdasarkan penelusuran. Ketika Holding BUMN Pelabuhan ini terbentuk nantinya, akan terbagi menjadi empat subholding berdasarkan klaster bisnis seperti peti kemas, non peti kemas, logistik dan hinterland development, serta marine, equipment, dan port services. Catat, masing-masing akan fokus pada lini bisnisnya.

Lantas mudahkah mewujudkannya? Tentu tidak semudah itu Ferguso! Meminjam kata-kata dalam drama telenovela Marimar kepada anjingnya yang bernama Pulgoso yang dipelesetkan menjadi Ferguso. Oleh karenanya diperlukan langkah-langkah yang dibagi menjadi beberapa fase. Fase pertama, melakukan business alignment and integration yang berlangsung di 2021—2022, kemudian Fase ekspansi bisnis dan kemitraan di periode 2023—2024, serta fase integrasi ekosistem pelabuhan kelas dunia pada 2025.

Di sisi lain, pemerintah tentunya sangat berkepentingan untuk segera merealisasikan niatan ini. Penggabungan Pelindo akan mempermudah koordinasi pemerintah dengan 1 pengelola BUMN Pelabuhan di Indonesia. Ingat, cukup 1 saja, sehingga lebih efektif.

Selain itu, integrasi ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan kontribusi pendapatan negara melalui dividen dan pajak sejalan dengan meningkatnya profitabilitas perusahaan. Tak kalah menariknya, Holding Pelabuhan ini menjadi lebih seksi untuk membuka peluang lebih besar masuknya investasi. Apalagi Kementerian BUMN menginginkan Holding BUMN Pelabuhan ini masuk ke sepuluh besar operator peti kemas kelas dunia. Wow.

Sebagai seorang penikmat kopi yang diseruput saat panas, saya mendukung optimisme Pak Menteri BUMN RI Erick Thohir yang baru-baru ini mengatakan, keberadaan holding membuat BUMN tetap kompetitif saat dan pasca pandemi Covid-19. Menurut Pak Menteri, pembentukan holding-holding BUMN tetap dijalankan, di mana pembentukan holding ini untuk menciptakan nilai tambah efisiensi dan penguatan supply chain, inovasi bisnis model agar tetap kompetitif baik saat Covid-19 maupun pasca Covid-19.

Lantas Saya teringat kata-kata Founder Rumah Perubahan Rhenald Kasali dalam sebuah webinar. Menurutnya, Disrupsi saat ini tidak terjadi di satu sisi saja namun juga ada double disrupsi, teknologi dan pandemi. Dan Pelindo harus berjuang untuk bersatu agar tidak ketinggalan dan integrasi akan menjadi bekal menghadapi kompetisi di masa depan.

Saya mengiyakan pendapat Bang Rhenald Kasali bahwa seiring dengan berkembangnya teknologi maka tantangan dihadapi Pelindo juga semakin kompleks. Sebagai salah satu perusahaan operator pelabuhan yang memiliki peran besar dalam menjaga rantai distribusi logistik dan berimplikasi pada kemajuan ekonomi suatu negara diperlukan suatu terobosan melalui integrasi antarperusahaan.

Belajar dari pengalaman BUMN-BUMN yang saat ini sudah menjadi holding, dalam prosesnya tidak akan sepi dari tantangan baik internal maupun eksternal. Di sisi internal, untungnya Menteri BUMN RI Erick Thohir telah mencetuskan semua core values BUMN sama menggunakan AKHLAK. AKHLAK sendiri memiliki singkatan Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Masing-masing nilai memiliki penjabarannya sendiri untuk penerapan kode etik dan kode perilaku yang diterapkan di Kementerian BUMN. Dengan core values AKHLAK ini setidaknya menjadi modal untuk mempermudah proses penyatuan anggota-anggota holding.

Saya membayangkan, dari balik cangkir kopi yang sudah mengering ini, pada saatnya holding-holding BUMN yang terbentuk akan dapat berbicara banyak di kancah internasional. Termasuk Holding BUMN Pelabuhan yang dapat menyumbang semakin banyak deviden untuk kemakmuran bangsa.

Mencari ikan hingga ke kolong
Dapat Mutiara di balik batu
Bukan mimpi di siang bolong
Semakin kuat Pelindo Bersatu