Mentari pagi belum penuh bersinar. Cahayanya masih redup berusaha mengusir sejuknya embun pagi. Sementara lalu lalang kendaraan di jalan raya pun belum terlalu ramai. Maklum, jarum jam masih menunjuk ke angka enam.

Seperti sinar mentari yang selalu ditunggu kehadirannya. Begitu pula dengan kebaikan yang selalu dinantikan oleh setiap orang. Banyak cara berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Apalagi di bulan suci Ramadhan ini.

Seperti kegiatan yang dilaksanakan oleh BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak PT DAHANA. Berlokasi di Jalan Raya Subang – Cikamurang, pagi itu DAHANA memberangkatkan lima bus menuju empat kota di Jawa Tengah dengan total pemudik sekitar 200 orang.

Berbagai raut wajah menghiasi pemudik yang baru tiba. Ada yang diantar keluarganya. Ada yang berombongan naik angkot. Malah, uniknya ada juga yang naik mobil odong-odong. Apa pun moda angkutannya, yang penting mereka sampai di Bale Dahana supaya tidak ketinggalan bus mudik sesuai jurusannya masing-masing.

Suasana nampak seru dan ramai ketika satu persatu memasuki bus setelah acara seremonial pemberangkatan. Raut mukanya lebih cerah dan ceria. Ada harapan dan kerinduan yang Nampak dari mata-mata pemudik yang berbinar. “Pulang kampung, ya…aku pulang kampung. Aku jadi lebaran di kampung,” pikir saya menebak-nebak.

Pelan namun pasti, bendera start pun dikibarkan pertanda bus boleh berangkat. Saya pun akhirnya dapat berdadah-dadah mengikuti yang lain melepas keberangkatan. Mungkin benar ungkapan salah seorang bapak pemudik yang saya temui tadi, acara mudik gratis ini sangat membantu, “Apalagi kalau pas lebaran dikenakan tarif tuslah, jadi mahal kalau naik bus umum,” ungkapnya.

Ada beragam cara untuk berbagi kebahagiaan. Termasuk saya berbagi cerita bahagia ini. Apalagi ketika mendengar kabar para pemudik sudah tiba di kota tujuan dengan selamat. “Terus, kapan saya mudik?”