Menarik waktu ke rentang 2007 – 2008, seolah ada korelasi jawaban atas permasalahan masa lalu. Pada tahun-tahun tersebut, perusahaan tempat saya bekerja sedang giat-giatnya membangun budaya perusahaan dengan menggandeng konsultan. Dengan title agent of change (AOC), kurang lebih dua puluh orang dengan jenjang jabatan bervariasi ditunjuk sebagai agen perubahan. Saya termasuk salah satu didalamnya.

Salah satu temuan waktu itu adalah masih cukup banyak pejabat yang entah sengaja atau tidak masih menggunakan telepon genggam jadul yang tidak support dengan teknologi penunjang pekerjaan seperti push email. Alhasil, mereka membatasi jam operasional pekerjaan sesuai jam kantor dan hanya membuka email dengan fasilitas kantor. Padahal pekerjaan menuntuk kecepatan, yang kadang pengambilan keputusan penting diambil di luar jam operasional kantor.

Selidik punya selidik, memang alasan bervariasi. Ada yang sengaja mengkondisikan seperti itu dan ada pula yang memang karena keterbatasan kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Biasanya mereka dari kalangan senior. Itu salah satu tantangan untuk mengubah menjadi kultur bekerja lebih cepat dengan bantuan teknologi.

Pandemic covid-19 mengubah banyak hal. Dahulu, orang-orang tidak bisa atau tidak biasa bekerja dari rumah, saat ini dipaksa menerapkan WFH. Sebagai penunjang WFH mau tidak mau dengan bantuan teknologi, entah itu messenger maupun video conference menggunakan berbagai aplikasi baik di smart phone maupun di perangkat computer.

Khusus untuk teknologi video conference, dengan segala kekurangan yang ada terutama dari sisi sekuritas, aplikasi yang ada saat ini sangat membantu. Tiba-tiba saja zoom menjadi booming, padahal aplikasi sejenis lainnya sudah ada lebih dahulu. Pertemuan offline beralih ke video conference, yang pada saat kondisi normal itu sangat sulit dilakukan dengan berbagai alasan. Setidaknya itu yang saya rasakan.

Banyak urusan yang sebenarnya dapat diselesaikan tanpa harus bertemu langsung, tapi ada saja alasan untuk melakukan perjalanan dinas. Mungkin kurang afdhol. Dan banyak hal lainnya yang masih bisa diefektifkan.

Kembali ke awal tulisan, semoga kondisi keterbatasan dan paksaan seperti saat ini membawa berkah. Banyak orang yang lebih melek teknologi, banyak inovasi untuk memudahkan pekerjaan sehingga lebih efektif dan merubah kultur yang tadinya lambat menjadi cepat dengan bantuan teknologi yang berada dalam genggaman sehingga bekerja tidak lagi berbatas ruang dan waktu.