Malam itu, saya dan istri mengendap-endap menyusuri Sudut Kota Subang. Motor meluncur pelan, lampu jalan memecah gelap hingga melewati jam sembilan. Tak ada rencana khusus selain menikmati udara malam dan ngobrol ringan. Sampai pada satu titik, kami tertambat: sebuah warung kecil yang seolah menantang waktu, berdiri tenang di pinggir Jalan Panji, tidak jauh dari perempatan Cadika, persis di sebelah kiri bagi yang datang dari arah itu.
Bangunannya sederhana dengan meja kayu yang sudah berkilau oleh sentuhan tangan, beberapa bangku plastik berjajar, dan lampu kuning temaram yang memantulkan kilau hijau dari tumpukan kelapa muda di depan. Motor kami berhenti persis di depan teras berundak kecil, seolah semua ruang di sana memang disediakan untuk singgah yang tak direncanakan.
Penjualnya Abah Satim, pria tua ramah yang senyum dan suaranya membuat suasana jadi akrab. Ia kadang berjualan sendiri, kadang bergantian dengan anaknya. Menu di sini sama sekali tidak rumit: es kelapa muda. Pilihan cepatnya satu gelas siap saji seharga lima ribu rupiah; bila ingin menikmati langsung dari butirnya, harganya sepuluh ribu. Tanpa embel-embel menu lain, keramahtamahan Abah dan rasa segar kelapanya yang jadi daya tarik utama.
“Saya buka 24 jam, Kang,” kata Abah sambil mengupas kelapa dengan gerakan sigap. “Kadang ada yang ngidam tengah malam, ada yang habis kerja shift, ada yang baru pulang perjalanan jauh. Kalau sudah ngidam, susah ditahan, mereka cari kelapa juga.”
Istri saya tersenyum, menyesap es yang baru dihidangkan. “Rasanya segar, seperti menenggak udara malam Subang,” katanya. Abah tertawa, mengangguk seolah itu pujian paling manjur.
Khasiat singkat mengonsumsi air kelapa:
1. Hidrasi cepat: air kelapa mengandung elektrolit alami (seperti kalium) yang membantu menggantikan cairan dan garam tubuh.
2. Sumber elektrolit ringan: cocok bagi yang ingin rehidrasi setelah aktivitas ringan.
3. Rendah kalori dibanding minuman bersoda: pilihan yang lebih ringan untuk menyegarkan.
4. Mendukung pencernaan: sering dirasakan menenangkan perut oleh banyak orang (pengalaman tradisional).
5. Baik sebagai minuman pemulihan ringan setelah berkeringat (tidak menggantikan kebutuhan medis khusus).
Kami meninggalkan tempat itu dengan perasaan cukup—bukan hanya karena dinginnya kelapa, tetapi karena betapa sederhana sebuah persinggahan bisa menambah cerita dalam perjalanan malam. Es Kelapa Muda Abah Satim bukan sekadar minuman; ia adalah oasis kecil yang selalu siap bila kerinduan dan ngidam bertemu di jalan.