Tatkala malam menjelang, gelap pun datang. Bukannya sepi, spot yang satu ini semakin malam tambah ramai oleh pengunjung yang lalu Lalang. Seputaran Pujasera Subang memang crowded, namun di balik itu menawarkan berbagai macam pilihan kuliner. Mulai dari yang sifatnya cemilan hingga makanan berat.

Salah satu jajanan tempat ‘nongkrong’ saya bersama istri adalah warung Bansus Pak Alim. Letaknya di depan Gerai Rabbani Subang. Walaupun gelaran kaki lima dengan gerobak, aneka hidangan penghangat malam di sini rasanya TOP. Bubur kacang ijo campur menjadi andalan saya kalau jajan di sini. Manis gulanya pas, rasa ketannya juga enak. Biasanya, pada saat pulang saya membungkus untuk disajikan dingin, dan dimakan keesokan harinya.

Sekali waktu juga pernah mencoba sekotengnya. Porsinya tidak terlalu banyak. Semangkuk cukup untuk menghangatkan perut. Ada juga andalan lainnya, Bansus. Bandrek Susu ini ada beberapa varian, seperti dengan sekoteng, kolang kaling, kacang dan roti.

Jika ingin makanan yang lebih berat lagi, mie rebusnya boleh dicoba. Saya dan istri sepakat, rasa mie rebus di sini dengan buatan di rumah berbeda. Entahlah apa penyebabnya. Yang jelas ini tempat favorit kami di Pujasera.

Alim nama yang jualannya. Pria asli kuningan ini mulai membuka lapaknya pukul lima sore hingga tengah malam. “Kalau disini dikenal dengan Bansus,” ujarnya suatu ketika.

Masalah harga, dijamin murah meriah. Dan kadang mencari rasa itu tidak mesti di café atau resto. Melewatkan malam di tengah hiruk pikuk keramaian sambil menikmati hidangan hangat dapat menjadi alternatif menghangatkan hubungan dengan pasangan.