Salah satu tantangan program literasi saya tahun ini adalah menyelesaikan Program Gumelis. Gumelis sendiri memiliki kepanjangan Gembira untuk Menulis. Sebuah program menulis untuk karyawan dan direksi di perusahaan tempat saya bekerja. Mulai dari karyawan berstatus Management Trainee hingga direksi.

Tema tulisan sengaja dilonggarkan alias bebas untuk memudahkan. Tapi rata-rata tulisan yang masuk banyak menyangkut ide-ide orisinal untuk perusahaan, pegalaman, juga tips-tips bermanfaat. Sejak dilaunching awal Januari 2020, hingga akhir Mei 2020 lalu sudah terkumpul 60 tulisan dan telah diposting di portal internal.

Latar belakang program ini adalah untuk membuat sebuah gerakan literasi berjamaah yang memberikan banyak manfaat. Pertama, menulis adalah bahasa komunikasi yang umum digunakan dalam kehidupan, terutama bekerja. Dalam beberapa penilaian kenaikan jabatan, karyawan ditugaskan untuk menyampaikan gagasannya melalui karya tulis. Kedua, melalui tulisan, ide-ide dapat tersampaikan secara lebih runtut dan dapat dibaca berulangkali. Ketiga, menstimuli kreativitas berpikir peserta dalam menuangkan gagasan maupun pengalamannya ke dalam bentuk tulisan.

Bagi team saya sendiri, kehadiran tulisan yang setiap hari di posting ini dapat ‘menghidupkan’ portal internal supaya tetap diminati untuk dikunjungi. Selain itu, Gumelis ini juga berdampingan dengan tulisan NARSIS (nama dan peristiwa dramatis), yang mengupas profil penulisnya dalam satu rubrik khusus di portal. Tujuannya, selain untuk menambah animo untuk mengunjungi portal, profil ini juga untuk mengenalkan sisi lain setiap karyawan yang kadang tidak diketahui oleh karyawan lainnya.

Muluskah program ini? Sejujurnya tidak. Disini diperlukan militansi. Kadang ada karyawan yang terlambat submit tulisan dengan alasan tidak bisa menulis ataupun kesibukan, tapi kita bantu asistensi untuk menulis. Bahkan di awal-awal program harus melalui perdebatan a lot dulu dengan salah satu BOD untuk meyakinkan bahwa program ini bisa dilakukan dan bermanfaat untuk perusahaan.

Lalu endingnya seperti apa? Dengan jumlah sekitar 250 tulisan, dapat dijadikan sebuah karya bersama berbentuk buku yang akan dibagikan pada saat ultah perusahaan. Tidak sampai di situ, ide-ide dari penulis dapat dipilah dimana yang relevan dapat ditindaklanjuti. Mari gembira untuk menulis.