“Abi, ini tahu sumedangnya sudah matang. Tolong pindahkan ke meja,” suara Istri meminta tolong pagi itu dari dapur.

Sambil menggendong Si Bungsu yang berusia tiga tahunan Saya bergegas ke dapur. Nampak tahu sumedang yang masih panas tersaji di piring. Reflek tangan kanan mengambil satu dan mengarahkan tahu ke mulut. Belum lagi dikunyah terdengar suara Si Bungsu.

“Abi, kalau makan tidak boleh sambil berdiri,” protes Si Bungsu.

“Ups. iya yah. Abi lupa. Maaf ya,” jawab Saya sambil tersipu malu.

Selidik punya selidik, ternyata Si Bungsu tahu dari Si Cikal yang sekarang duduk di sekolah dasar. Memang dia yang paling sering cerewet kalau urusan adab makan minum yang satu ini.

Dan ternyata, menurut para ahli, saat kita makan dan minum sambil berdiri, tenggorokan akan mengalami penyempitan. Hal ini membuat makanan dan minuman akan sulit masuk sehingga akan sulit juga untuk dicerna. Kondisi ini bisa membuat lambung menjadi iritasi dan muncul rasa nyeri pada bagian perut.

Dalam urusan ini, falsafah ‘Undhur ma qola wala tandhur man qola’ berlaku. Lihatlah apa yang dikatakannya jangan lihat siap yang mengatakannya. Bahkan dari anak kecil sekalipun, kalau benar maka ambillah.