Berwarna biru dan sedikit dilapisi awan putih, Gunung Pulosari berdiri tegak. Keteduhannya membuat mata nyaman berlama-lama memandangnya. Gunung Pulosari adalah gunung terdekat dengan kampung halaman saya di Pandeglang. Sebuah kampung yang Tepatnya 14 km dari Kota Pandeglang arah ke Labuan. Ketinggian Gunung Pulosari 1.346 mdpl. Banyak mitos menyelimuti gunung tertinggi kedua di Kabupaten Pandeglang ini.

Gunung lainnya adalah Gunung Karang yang memiliki ketinggian 1.778 mdpl. Kota Pandeglang tepat berada di kaki gunung ini. Mari kita bandingkan dengan ketinggian gunung-gunung lainnya yang ada di Indonesia: Gunung Gede 2.958 mdpl, Gunung Ciremai 3.078 mdpl,
Gunung Semeru 3.676 mdpl, Puncak Jaya : 4.884 mdpl.

Jadi benar adanya pepatah yang mengatakan di atas gunung ada gunung. Pepatah ini relevan dengan kehidupan kita. Terkadang rasa sombong menghinggapi hati kita. Entah karena pendidikan kita yang setinggi langit, atau karena kita merasa senior dipekerjaan, atau karena titel jabatan yang melekat pada nama kita sepanjang jembatan Sungai Musi. Ah, apa pun itu.

Secara berkala kita harus memberi vaksin kesombongan supaya tidak menghancurkan diri kita. Apa saja?

1. Tengoklah dunia luar. Dengan mengikuti pelatihan atau seminar wawasan baru akan terbuka. Ketika kita mengikuti seminar, maka kita wajib mengosongkan isi gelas kita supaya ilmu baru dapat masuk.
2. Ikutlah Organisasi Profesi. Berinteraksi bersama dengan orang di luar perusahaan atau organisasi kita dapat menjadi media untuk belajar. Hal ini yang saya rasakan cukup efektif. Pengalaman dan hal-hal baru yang saya dapatkan di organisasi tersebut bisa diterapkan ditempat kita bernaung. Dan hasilnya positif dan sangat efektif.
3. Banyak mendengar ketimbang bicara. Sebagaimana Allah SWT mengaruniakan kita dua telinga dan satu mulut, maka mendengar sudah seharusnya lebih banyak porsinya ketimbang berbicara. Menjadi pendengar yang baik perlu keterampilan hati, mau merunduk untuk menyerap secara utuh perkataan lawan bicara. Seringnya, kita gatal ingin menyela karena merasa sudah dan lebih tahu.

Hati-hati menjadi jago kandang karena ‘kurung batok’. Ayo turun gunung, sangat mungkin peradaban di bawah sana lebih maju dan kita dapat belajar di sana.