“Wah, Abi sekarang jualan kaos ya?” tanya Istri ketika melihat tumpukan kaos berwarna hitam tersusun rapi di Ruang Belajar.

“Bukan jualan. Hanya ingin membantu orang lain supaya terlihat lebih keren dan menebarkan manfaat,” jawab Saya sambil tersenyum.

“Maksudnya gimana?” tanyanya lagi.

“Itu loh, konsep meluaskan niat seperti yang Ummi sering bilang,” Saya menjawab lagi.

Konsep meluaskan niat itu sudah sering dibahas oleh para ustadz. Hal ini rupanya sudah lama dipraktekkan oleh istri dalam berjualan pakaian maupun buku.

“Dengan berjualan buku ini sebenarnya tidak hanya sekedar berjualan. Kita menjadi jalan orang lain mengenal ilmu. Seperti jualan buku Siroh Nabi, kita menjadi jembatan orang lain lebih mengenal dan meneladani Rasulullah. Apalagi kemasannya menarik, bisa buat dibacakan ke anak juga menjelang tidur,” terang Istri suatu ketika.

Selain itu, ada juga Buku Jurus Sehat Rasulullah (JSR) ala dr. Zaidul Akbar. Menerapkan pola hidup sehat ala Rasulullah atau thibbunabawi yang juga berarti meminimalisir sakit di masa depan.

“Emang Abi jualan kaos apa sih?,” tanyanya lagi.

“Ini, kaos Pantun Seruput Kopi Panas. Yang tersedia seri edukasi tentang cuci tangan. Selain menambah kegantengan secara signifikan, juga bisa membantu mengingatkan tentang pentingnya mencuci tangan. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini,” Saya menjelaskan.

“Terus kalau ada yang mau beli dan dibagi-bagi untuk yang lain gimana?” pertanyaannya lagi.

“Boleh banget, kontak saja ke Abi ya,” jawab saya sambil tersenyum manis.