Kala itu masih pagi. Temperatur udara di Kota Istanbul berada di sebelas derajat celcius. Memaksa kami untuk mengenakan jaket dan kupluk. Kami tengah bersiap untuk berangkat mengunjungi destinasi pertama di Turki, Museum Panorama 1453.

Sambil menunggu naik bus, saya dan keluarga berkesempatan foto bareng dengan Pak Cahyadi Takariawan dan Bu Ida yang ternyata satu rombongan juga namun berbeda kloter penerbangan dan bus.

Pak Cah, biasa ia dipanggil, saya mengenalnya lewat buku-buku tarbiyah yang ia tulis. Buku-bukunya menjadi favorit istri dan koleksi di rumah. Uniknya, pada saat menikah dulu, kami memiliki buku-buku yang sama. Ya, namanya jodoh biasanya karena kebiasaan dan hobby yang sama.

Banyak sekali aktivitas beliau, mulai dari penulis hingga ke konselor keluarga. Website penulis buku seri Wonderful Family ini bisa ditemukan di www.pakcah.id atau melalui akun IG nya di cahyadi_takariawan.

Yang ingin saya soroti adalah semangat untuk menginspirasi orang lain dengan kebaikan. Hal ini sejalan dengan prinsip “Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baiknya manusia yang memberikan manfaat untuk orang lain.”

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menginspirasi orang lain. Seperti yang dilakukan oleh Pak Cah dan Bu Ida ini melalui karya-karyanya. Kita semua juga bisa menginspirasi orang lain, sesuai bidang kita masing-masing. Minimal dengan semangat kita, sikap antusiasme kita dalam menjalani hidup dan hal-hal positif lainnya.

Kalau ingat Pak Cah, saya jadi teringat kursus penulisan online tahun lalu di telegram bareng beliau. Saya tidak lulus, tidak menyelesaikannya sampai akhir dengan alasan klasik kesibukan sehingga tidak dapat memantengi group dan mengerjakan tugas hariannya. Semoga sehat selalu dan tetap menginspirasi, Pak Cah.