Selepas sholat ashar berjamaah di Masjid Al Amal, saya terlibat percakapan dengan anak kedua yang masih TK A sepanjang perjalanan.

Sesuai fitrah anak seusianya, rasa penasarannya tinggi terhadap apa yang dilihatnya. Seperti sore itu, ada tong sampah berwarna hijau dengan tulisan Organik dan tong berwarna merah bertulisan Non Organik.

“Abi, apa artinya organik dan non organik?” Tanyanya. Sejenak saya memutar otak untuk mencari jawabannya.

“Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara alami. Tidak perlu campur tangan manusia.Nah, sampah ini bisa dikatakan sampah ramah lingkungan,” celoteh saya.

“Coba sekarang Aa lihat daun-daun kering yang jatuh itu. Lama kelamaan dia akan lapuk dan hancur. Kembali lagi ke alam. Bahkan kalau diolah bisa menjadi kompos,” lanjut saya sambil menunjuk daun-daun kering yang berserakan.

“Kalau sampah an organik apa?” tanyanya lagi.

“Kalau sampah an organik, sampah yang sudah tidak dipakai lagi dan sulit terurai.
Contoh sampah anorganik adalah plastik, botol, kaleng minuman, kresek, ban bekas, besi, dan lain-lain.

“Kok warna tong sampahnya berbeda?” kejarnya lagi.

“Warnanya sengaja dibedakan, supaya mudah dilihat mana sampah organik dan non organik. Hijau organik, merah non organik. Kalau sudah dipisah, nanti mempermudah pengolahannya oleh petugas kebersihan,” terangku.

Tiba-tiba Aa terantuk batu dan terjatuh. Posisi lutut kanan menempel ke aspal, menahan beban tubuh. Tidak jauh dari kakinya ada sebuah kelereng berwarna bening. Masih baru kelihatannya.

“Bi, ada kelereng!” serunya sambil memegang kelereng.

“Mau dibawa ke rumah?” tanya saya.

“Tidak boleh, bi. Ini kan bukan punya kita,” sambil meletakan kembali kelerengnya ke tempat semula.

“Wah, Aa tahu dari mana?” tanya saya.

“Kan kata Opah gituh, bi. Film Upin Ipin,” jawabnya datar.

Dalam hati bersyukur, izin terbatas menonton untuk anak bermanfaat. Kami memang belum sepenuhnya bisa lepas dari televisi, namun hanya untuk tontonan terbatas saja seperti Upin Ipin. Walau secara jujur saya kurang sreg dengan kehadiran tokoh Abang Saleh. Tapi secara umum cukup baik. Yang kami larang keras adalah sinetron. Tidak ada tempat untuk sinetron di rumah.