Pagi itu cuaca sejuk sekali. Bahkan boleh dibilang dingin. Temperatur udara berada di angka tujuh derajat. Orang-orang dipaksa mengenakan jaket untuk menghalau udara dingin. Kota Istanbul Turki di pertengahan Maret cukup bersahabat untuk melakukan aktivitas outdoor.

Seperti pagi itu, saya beserta rombongan baru saja turun dari bus. Tour leader langsung meminta kami membentuk barisan dan berjalan beriringan. Maklum, pengunjung rombongan lain dari berbagai negara pun tak kalah banyaknya.

Sempat menunggu antrian di pintu masuk karena harus bergantian. Akhirnya kami pun bisa masuk ke dalam museum. Senyum ramah para petugas menghiasi wajah mereka. Sesekali menyapa, “Dari Indonesia? Selamat Datang,” ungkapnya.

O, ya. Tempat ini dinamakan Museum Panorama 1453. Museum Panorama 1453 Turki atau Panorama 1453 History Museum Turkey atau Panorama 1453 Tarih Müzesi merupakan museum sejarah Turki yang didirikan untuk memperingati pengepungan Ottoman Konstantinopel pada tanggal 29 Mei 1453 oleh Khalifah Muhammad Al-Fatih atau Sultan Ottoman Mehmet II. Setelah jatuhnya Konstantinopel, Sultan Ottoman Mehmet II pun meraih gelar Fatih (penakluk).

Museum ini dibuka pada 31 Januari 2009 berkat usaha Dewan Kota Metropolitan Istanbul serta Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dengan dikoordinatori oleh Haşim Vatandaş, seorang seniman. Museum Panorama 1453 terletak di seberang tempat di benteng Topkapi-Edinerkapi di sebuah kawasan yang dulunya merupakan terminal bus.

Setiap hari, terutama pada musim semi dan musim panas, ada sedikitnya ribuan orang yang datang ke tempat ini. Tarif museum adalah 25 Turkish Lira (TL) atau setara sekitar Rp125.000. Di dalam gedung, ada tawaran untuk menggunakan audio dalam bahasa asing selain Turki, namun harus membayar TL 5 atau Rp25.000. Sekadar informasi, semua teks di dalam museum hanya dalam bahasa Turki. Di awal perjalanan museum, kita akan disuguhi beberapa teks, gambar, dan video tentang kisah penyerbuan Konstantinopel. Sosok Muhammad Al Fatih yang digambarkan sebagai pemuda berani dan pintar juga banyak dibahas.

Yang paling mengesankan adalah tatkala kita naik ke lantai atas. Sekeliling kita dipenuhi dengan suasana pertempuran, lengkap dengan dentuman meriam dan pekikan pasukan. Suara denting pedang saling beradu kerap terdengar di tengah suara deru pasukan kaveleri. Saya pun dibuat takjub, gambar 3D sangat detail menggambarkan suasana pengepungan benteng Bizantium oleh Pasukan Ottoman. Kita seolah-olah berada di tengah pertempuran. Amazing.