Kami menyebut kawasan seluas hampir 600 hektar ini dengan nama Energetic Material Center. Kalau dibahasa Indonesiakan menjadi Pusat Bahan Berenergi Tinggi. Beyond Explosives, karena visi kami ada di Energetic Material (bahan berenergi tinggi). Lokasinya yang terletak di Subang Timur ini diapit oleh dua sungai: Cilame dan Cipunagara dan berbatasan dengan dua kabupaten: Sumedang dan Indramayu. Kondisi ini mengingatkan kami dengan sejarah kejayaan Mesopotamia yang diapit oleh Sungai Efrat dan Tigris di Timur Tengah. Mesopotamia sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti tanah di antara sungai-sungai. Daerah yang kini menjadi Republik Irak itu memiliki bidang tanah yang panjang dan sempit berbentuk seperti bulan sabit dan tanahnya yang subur, daerah ini juga disebut “Bulan Sabit Subur”. Tanah subur ini telah menumbuhkan banyak peradaban kuno yangg megah yang secara kolektif dikenal sebagai sebagai peradaban Mesopotamia. Inilah peradaban paling awal di Asia Barat dan salah satu yang tertua di dunia.

Lalu apa hubungannya dengan Dahana dan industri bahan peledak Indonesia? Kita bicara pada visi kemandirian bangsa, khususnya di bidang pertahanan, lebih khusus lagi di bidang bahan peledak. Dari sekian perusahaan negara, Dahana menjadi BUMN yang paling fokus menggarap industri bahan peledak ini. Kehadiran Energetic Material Center (EMC) pada 2012 semakin mengukuhkan keseriusan kami untuk menjadikan Dahana sebagai Kiblat Bahan Peledak Indonesia.

Dalam setiap menjelaskan maket EMC, kami selalu menerangkan tekad menjadi Kiblat Bahan Peledak Indonesia ini. Secara teori, sesuatu yang diulang-ulang, termasuk kata-kata dan tekad, akan menjadi mantra sakti yang merasuki alam bawah sadar untuk diwujudkan. Dalam prakteknya, kini Kampus Dahana telah menjadi tujuan utama kunjungan, baik instansi maupun perguruan tinggi untuk belajar bahan peledak dan bahan berenergi tinggi lainnya baik di sektor komersial maupun pertambangan. Semoga ini berbanding lurus dengan pencapaian kinerja perusahaan yang terus bertumbuh.

Seperti siang ini, saya menerima kunjungan rekan-rekan peserta Diklat Pengelolaan Peledakan pada penambangan bahan galian atau biasa juga disebut Kursus Juru Ledak Kelas I angkatan kedua yang digelar oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara. Saya selalu senang untuk berbagi visi ini, karena disitu ada semangat untuk terus hidup, kreativitas dan memberikan yang terbaik.