Adzan subuh lirih berkumandang. Sahut-sahutan antar masjid dan musholla. Panggilan sholat untuk segenap umat muslim, terutama untuk bergegas mendatangi masjid atau musholla melaksanakan sholat berjamaah.

“Jamaah, insyaAllah pada rakaat pertama kita akan melaksanakan sujud tilawah,” kata imam sambil menghadap jamaah sebelum memulai sholat subuh berjamaah.

Rakaat pertama selepas Al Fatihah, imampun membaca surat al insyiqoq. Pada bacaan ayat ke-21, “Waidzaa quria alaihimul qur’anu laa yasjuduun,” imam pun bersujud dan diikuti oleh makmum.

Sujud tilawah ini memang ‘tidak umum’ bagi sebagian kalangan, oleh karenanya imam memberitahukannya diawal supaya jamaah tidak kaget ketika tiba-tiba imam langsung bersujud. Dalam prakteknya, memang masih ada makmum yang berposisi hendak rukuk ketika imam bersujud. Untungnya tidak ada yang mengingatkan imam dengan mengucap “Subhaanallah” 😊

Sujud tilawah merupakan sujud yang disebabkan karena membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah yang terdapat dalam Al Qur’an Al Karim. Salah satunya dalam bacaan sholat berjamaah. Dianjurkan bagi orang yang membaca ayat sajadah dalam shalat baik shalat wajib maupun shalat sunnah agar melakukan sujud tilawah. Inilah pendapat mayoritas ulama.

Adapun bacaan dalam sujud tilawah ini bisa yang pendek “Subhaana robbiyal a’laa” atau yang sedang “Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy”. Atau memilih yang agak panjang “Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.”

Sekali-kali memang imam perlu mengedukasi jamaah tentang sunah-sunah, salah satunya sunah melaksanakan sujud tilawah. Dan tentunya, tidak hanya dalam sholat berjamaah saja untuk melaksanakan sujud tilawah.